today is d'newday

Salah satu konten yang terdapat pada Pentaho User Console adalah Chart. Chart digunakan untuk menampilkan gambaran umum dari keseluruhan data secara grafis. Chart yang tampil pada Pentaho User Console dibuat dengan menggunakan JfreeChart dan Open Flash Chart (OFC). Pada kali ini saya akan menjelaskan mengenai cara pembuatan chart menggunakan Open Flash Chart (OFC) dan Community Framework Dashboard (CDF). OFC merupakan tool generator chart yang menghasilkan chart yang dinamis, sedangkan CDF merupakan teknologi open source untuk membangun dashboard yang dinamis pada Pentaho BI Server. Pentaho yang digunakan adalah versi 3.0.0 stable. Browser yang digunakan adalah Mozilla Firefox.

Tool yang diperlukan:

Chart ini mengambil kasus yang terdapat pada “Pentaho Solution”, yaitu Product Line Sales. Jadi, chart akan menampilkan informasi banyaknya pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan jenis produk classis cars, vintage cars, motorcycles, trucks and buses, planes, ships, dan trains. Chart ini akan disajikan dalam bentuk pie flash. File yang diperlukan untuk membuat chart product line sales, yaitu:

  • index.xml: file inisialisasi folder dalam bentuk tag-tag xml
  • index.properties: berisi nama dan deskripsi folder
  • flashpieProductLineSales.xaction: inisialisasi chart product line sales dalam bentuk pie flash
  • template.html: file yang akan memanggil seluruh file .xaction. Seluruh file .xaction yang diperlukan, diinisialisasikan dalam template.html ini.
  • chart.xcdf: file XML berisi informasi deskripsi chart (title, description, icon, template) yang akan tampil pada pentaho User Console. File ini juga akan memanggil template.html.

Langkah-langkah pembuatan chart product line sales, yaitu:

  1. Buat folder “product-line-sales” pada Pentaho Solutions. Klik kanan pada Pentaho Solutions, pilih New – Folder. Pada textbox Enter or select the parent folder secara otomatis akan terisi nama Pentaho Solutions. Pada textbox Folder name isikan “product-line-sales”. Klik tombol Finish. Pentaho Solutions merupakan nama projek yang telah dibuat di Design Studio. Projek ini berisi semua solusi yang terdapat pada Pentaho.
  2. Buat file “index.xml” pada folder “product-line-sales”. Klik kanan folder “product-line-sales”, pilih New – File. Pada textbox File name isikan “index.xml”. Isikan file ini dengan kode berikut: <?xml version=’1.0′ encoding=’UTF-8′?>
    <index>
    <name>%name</name>
    <description>%description</description>
    <icon>folder.png|solutions.png</icon>
    <visible>true</visible>
    <display-type>icons</display-type>
    </index>
  3. Selanjutnya dengan cara yang sama, buat file “index.properties”. Isikan file “index.properties” dengan kode berikut:  name = Product Line Sales
    description = Chart Product Line Sales
  4. Buat file “chart.xcdf” pada folder “product-line-sales”. Klik kanan pada folder “product-line-sales” dan pilih New – File, isikan “chart.xcdf” pada textbox File name. Isikan file “chart.xcdf” dengan kode berikut: <?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
    <cdf>
    <title>Chart Product Line Sales</title>
    <author></author>
    <description> Chart Product Line Sales</description>
    <icon></icon>
    <template>template.html</template>
    </cdf>
  5. Selanjutnya membuat chart product-line-sales dalam bentuk pie flash. Klik kanan pada folder chart “product-line-sales”, kemudian pilih New – Other. Kotak dialog akan terbuka. Pada kotak dialog pilih Pentaho – New Action Sequence Wizard dan klik tombol Next. Pada textbox Filename isikan “flashpieProductLineSales.xaction”. Selanjutnya klik tombol Finish.
  6. File “flashpieProductLineSales.xaction” telah terbentuk. Pada file .xaction ini terdapat 4 tab, yaitu tab General, tab Define Process, tab XML Source, dan tab Test.
  7. Pada tab General isikan Title: Flash Pie Chart Product Line Sales.
  8. Pada tab Define Process: Process Inputs pada “flashpieProductLineSales.xaction” terdiri atas tiga (3) input, yaitu width, height, dan ofc_lib_name.
    • Klik kanan pada Inputs, pilih Add – string, kemudian masukkan konfigurasi berikut, Name: width, Source of Input: request (Origin) dan width (Name), Has Default value: 400
    • Klik kanan pada Inputs, pilih Add – string, kemudian masukkan konfigurasi berikut, Name: height, Source of Input: request (Origin) dan height (Name), Has Default value: 400
    • Klik kanan pada Inputs, pilih Add – string, kemudian masukkan konfigurasi berikut, Name: ofc_lib_name, Source of Input: request (Origin) dan ofc_lib_name (Name), Has Default value: open-flash-chart-full-embedded-fontDZ.swf.
  9. Pada tab Define Process: Process Actions pada “flashpieProductLineSales.xaction” terdiri atas dua (2) macam, yaitu Relational dan Open Flash Chart. Database yang digunakan terdapat di direktori biserver-
    ce/data/mysql5.

    • Klik tanda plus biru pada Process Actions, pilih Get Data From – Relational, kemudian masukkan konfigurasi berikut: Name: Relational, Database Connection Type: JNDI, Name JNDI: Sample, Query: SELECT PRODUCTS.PRODUCTLINE, SUM(ORDERDETAILS.QUANTITYORDERED*ORDERDETAILS.PRICEEACH) REVENUE FROM ORDERS INNER JOIN ORDERDETAILS ON ORDERS.ORDERNUMBER = ORDERDETAILS.ORDERNUMBER INNER JOIN PRODUCTS ON ORDERDETAILS.PRODUCTCODE =PRODUCTS.PRODUCTCODE INNER JOIN CUSTOMERS ON ORDERS.CUSTOMERNUMBER =CUSTOMERS.CUSTOMERNUMBER INNER JOIN EMPLOYEES ON CUSTOMERS.SALESREPEMPLOYEENUMBER = EMPLOYEES.EMPLOYEENUMBER INNER JOIN OFFICES ON EMPLOYEES.OFFICECODE =OFFICES.OFFICECODE GROUP BY PRODUCTS.PRODUCTLINE ORDER BY 2 DESC. Pilih Run Query Immediately, Result Set Name: query_result.
    • Klik tanda plus biru pada Process Actions, pilih Custom, kemudian masukan konfigurasi berikut: Name: Open Flash Chart, Component Class: OpenFlashChartComponent, Inputs: Name -> chart-data; Type -> result-set; Map To -> <query_result>, Inputs: Name -> height; Type -> string, Inputs: Name -> width; Type -> string, Inputs: Name -> ofc_lib_name; Type -> string, Outputs: Name -> image-tag; Type -> string, Configuration: <chart-attributes>
      <!– Define the chart type –>
      <chart-type>PieChart</chart-type>
      <!– Define title and title formatting –>
      <title>Pie Chart Product Line Sales</title>
      <title-font>
      <font-family>Arial</font-family>
      <size>16</size>
      <is-bold>true</is-bold>
      </title-font>
      <!– General Chart Propeties –>
      <chart-background type=”color”>#FFFFFF</chart-background>
      <animate>true</animate>
      <alpha>.90</alpha>
      <start-angle>0</start-angle>
      <tooltip>#label#
      <!– #key# –> #val#
      </tooltip>
      <!– Specify is the chart legend should be shown –>
      <include-legend>true</include-legend>
      <legend-font>
      <font-family>Arial</font-family>
      <size>12</size>
      <is-bold>false</is-bold>
      <is-italic>false</is-italic>
      </legend-font>
      <!– Specify the color palette for the chart –>
      <color-palette>
      <color>#123D82</color>
      <color>#4A0866</color>
      <color>#445500</color>
      <color>#FFAA00</color>
      <color>#1E8AD3</color>
      <color>#AA6611</color>
      <color>#772200</color>
      <color>#8b2834</color>
      <color>#0f3765</color>
      <color>#880a0f</color>
      <color>#B09A6B</color>
      <color>#772200</color>
      <color>#C52F0D</color>
      </color-palette>
      </chart-attributes>
  10. Pada tab Define Process: Process Outputs, klik tanda plus biru pada Process Outputs, pilih image-tag (parameter output chart yang telah diatur pada Process Actions Open Flash Chart), kemudian pada Output Destination
    klik tanda plus biru, pilih response dan isikan field Name dengan content.
  11. Lakukan pengetesan chart product line sales flash pada User Console. Buka Pentaho User Console pada browser. Lakukan refresh dengan cara pilih Tools, Refresh, Repository Cache atau dengan mengklik icon kecil pada sudut kanan atas panel Browse. Kemudian klik folder Product Line Sales pada panel Browse dan klik ganda file Pie Chart Product Line Sales pada panel Files yang berada di bawah panel Browse. Chart yang dihasilkan akan tampil pada panel Workspace.
  12. Setelah chart dibuat, langkah terakhir yaitu membuat file “template.html” pada folder product-line-sales. Klik kanan pada folder product-line-sales dan pilih New – File, isikan “template.html” pada textbox Filename. Isikan file
    “template.html” dengan kode berikut: <!– The page_title_object –>
    <h1><span id=pageTitleObject></span></h1>
    <!– The dashboard layout table –>
    <table align=”center” cellpadding=”3″>
    <tr>
    <td align=”left”><div>
    <p> Chart ini menampilkan informasi penjualan jenis produk classis cars, vintage cars, motorcycles, trucks and buses, planes, ships, dan trains dalam bentuk pie chart dan flash pie chart
    </p></div></td>
    </tr>
    <tr>
    <td align=”center”><div id=”pieFlashProduct”></div></td>
    </tr>
    </table>

    <script language=”javascript” type=”text/javascript”>
    // pageTitleString component generates the page title with any other parameters is may need to construct the string
    pageTitleString =
    {
    name: “pageTitleString”,
    type: “text”,
    listeners:["chartType"],
    htmlObject: “pageTitleObject”,
    executeAtStart: true,
    expression: function(){return “Chart Product Line Sales”},
    preExecution:function(){},
    postExecution:function(){}
    }

    pieFlashProduct =
    {
    name: “pieFlashProduct”,
    type: “xaction”,
    solution: “product-line-sales”,
    path: “”,
    action: “flashpieProductLineSales.xaction”,
    listeners:[],
    parameters: [["chart_height", "300"], ["chart_width", "400"]],
    htmlObject: “pieFlashProduct”,
    executeAtStart: true,
    preExecution:function(){},
    postExecution:function(){}
    }

    var components = [pageTitleString,pieFlashProduct];
    </script>

    <script language=”javascript” type=”text/javascript”>
    // The intial dashboard load function definition
    function load(){
    Dashboards.init(components);
    }
    // The intial dashboard load function execution
    load();
    </script>

  13. Lakukan refresh kembali pada Pentaho User Console untuk melihat hasil seluruhnya, pilih Tools, Refresh, Repository Cache atau dengan mengklik icon kecil pada sudut kanan atas panel Browse. Kemudian klik folder Product Line Sales pada panel Browse dan klik ganda icon file xcdf pada panel Files yang berada di bawah panel Browse. Finish… Selamat mencoba :)

Perjuangan membuat NPWP

Akhirnya disuruh buat NPWP juga…

Sebelumnya dah dapat info dari milis mengenai pembuatan NPWP c. Jadi ga buta-buta amat bout NPWP, hehe…

Yup, langsung deh gw n 9 (panggilan teman seperjuanganku, Ninon) merencanakan bikin NPWP. Awalnya cari di Mbah Google, dapat info katanya bisa langsung ngurus di Direktorat Jenderal Pajak yang di Gatot Subroto. Oke sib, sepertinya infonya bisa dipercaya. Langsung deh kita kesana pas tanggal 10 Maret 2010.

Berangkat pagi-pagi jam 7, sampai Rambutan sekitar jam 8, alhamdulillah 70 dah ada, fiuh…fiuh (kata Harimena :D ). Langsung naik deh gw n 9 naik. Seperti biasa perjalanan menggunakan 70 kudu sabar, coz 70-nya nyari penumpang dulu di Pasar Rebo n TMII. Sebenernya kita ga tw persis Dirjen Pajak di mana, tapi kalo naik 70 pasti ngelewatin. Dengan modal sok tahu, kita turun di Komdak. Dari Komdak ke Dirjen Pajak tinggal jalan kaki.

Sampai di sana langsung tanya Pak Satpam, ditunjukin deh gedungnya, di Gedung Baru Dirjen Pajak. Sampai di gedung tea, tanya lagi ma Pak Satpam. And then..kata Pak Satpam, “Mulai Januari 2010 pembuatan NPWP sudah ga disini lagi dek. Jadi per wilayah, berdasarkan KTP”. Huff…ternyata dah bisa tho.. it’s oce. tetep smangadh!! Jadi tw kita… Yweis, tanpa berlama-lama lagi, kita langsung melanjutkan perjalanan ke kantor.

Lanjut naik metromini jurusan tanah abang dari depan kantor Dirjen Pajak n turun pas depan BPPT.

Akhirnya kita ngurus NPWP di daerah masing-masing, gw di Depok, 9 di Cirebon. Senin kemarin tanggal 15 Maret 2010 gw ke KPP Pratama Depok*. Nah yang ini gw dapat info dari Hudanul, lengkap pisan tu nak ngasi rute-rutenya. Thanks  Huda, berguna sekali info dari lw :-D . Senin ke KPP bersama Harimena, untung aja dy mw nemenin, bis ternyata jauh juga dari rumah. Kalo naik angkot rada riweuh. Special thanks for Harimena :-) .  Di KPP Depok super cepat, ngambil antrian NPWP, ngambil formulir, ngisi formulir, trus tinggal tunggu dipanggil deh. Pas giliran dipanggil, yweis langsung nyerahin formulir tea PLUS fotokopi KTP. it’s really easy n fast!  but…tunggu dulu. Ternyata NPWP-nya ga langsung jadi, hihi…gw cuma dikasi kertas buat pengambilan hari Jumat. it’s oce,  oce sajalah. Gw n Irvan langsung pulang…

Jumat 19 Maret 2010, bersama Harimena lagi ke KPP Depok ngambil NPWP. yup, akhirnya…aku punya NPWPeeee. (*aneh, ko begitu senangnya ya :-D *). Huffff…alhamdulillah beres juga…Makasi Harimena dah nemenin aku kemana saja. :)

*)KPP Pratama Depok di Jalan Pemuda No.40, DEPOK

Instalasi Pentaho Community Edition

Pentaho merupakan  aplikasi web berbasis  java yang  didalamnya  didalamnya  terdapat suatu framework untuk pengerjaan solusi Business Intelligence (BI). Pentaho memiliki dua versi, yaitu: versi berbayar (Pentaho Enterprise Edition) dan versi open source (Pentaho Community Edition). Pentaho Community Edition ada yang dalam bentuk installer .exe dan ada yang dalam bentuk tool-tool terpisah. Pentaho Community Edition yang dalam bentuk .exe (pentaho-1.6.0GA-windows-opensource-installer.exe) didalamnya sudah terdapat  tool design studio, metadata editor, dan report designer. Pentaho Community Edition dengan tool-tool terpisah, yaitu:

  • biserver-ce-2.0.0.stable.zip : sebagai Server BI Pentaho
  • pds-ce-2.0.0.stable.zip       : design studio
  • pme-ce-2.0.0.stable1.zip    : metadata editor
  • prd-ce-2.0.0.stable.zip       : report designer

Berikut ini dijabarkan  cara instalasi Pentaho Community Edition dengan tool-tool yang terpisah, disertai dengan cara instalasi design studio dan schema workbench :

 # mv biserver-ce-3.0.0.STABLE.tar.gz /opt/pentaho

Sebelum disimpan pada folder /opt, terlebih dahulu  buat folder /pentaho di dalam /opt.

  • Ekstrak file instalasi tersebut dengan perintah:
 # tar xzvf biserver-ce-3.0.0.STABLE.tar.gz

Folder  yang dihasilkan dari ekstraksi tersebut  yaitu administration-console dan biserver-ce.

  • Hapus file instalasi tersebut dengan perintah:
 # rm biserver-ce-3.0.0.STABLE.tar.gz
  • Untuk menjalankan Pentaho User Console harus masuk pada folder /biserver-ce, kemudian start dengan perintah:
 # cd /opt/pentaho/biserver-ce
 # sh start-pentaho.sh

Pastikan tidak ada laporan error yang terjadi selama startup server.

  • Untuk masuk pada halaman Pentaho User Console, ketikkan alamat URL berikut pada browser: http://localhost:8080/pentaho/

Tampilan halaman Pentaho User Console dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

  • Untuk mematikan Pentaho User Console dengan menggunakan perintah:
# cd /opt/pentaho/biserver-ce
# sh stop-pentaho.sh
  • Untuk menjalankan Pentaho Administration Console harus masuk pada folder /administration-console, dengan menggunakan perintah:
# cd /opt/pentaho/administration-console
# sh start.sh
  • Untuk masuk pada halaman Pentaho Administration Console, ketikkan alamat URL berikut pada browser: http:// localhost:8099/

Tampilan halaman Pentaho Administration Console  dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

  • Untuk menghentikan Pentaho Administration Console dengan menggunakan perintah:
# cd /opt/pentaho/ administration-console
# sh stop.sh

Instalasi tool Pentaho Design Studio

Pentaho Design Studio merupakan aplikasi untuk merancang file .xaction. File .xaction yaitu file yang mendefinisikan workflow komponen-komponen Pentaho BI Platform. Aplikasi Pentaho Design Studio ini merupakan plugin dari Eclipse.

  • Misal Pentaho Design Studio yang dipakai adalah versi 3.0.0 Stable. Unduh file pds-ce-linux-3.0.0.stable.tar.gz di alamat http://sourceforge.net/projects/pentaho/files/, kemudian simpan ke dalam folder /opt/pentaho dengan perintah:
# mv pds-ce-linux-3.0.0.stable.tar.gz /opt/pentaho
  • Ekstrak file instalasi tersebut dengan perintah:
#tar xzvf pds-ce-linux-3.0.0.stable.tar.gz
  • Menjalankan Pentaho Design Studio dengan perintah:
# cd /opt/pentaho/design-studio
# java –jar startup.jar
  • Pilih folder workspace yang diinginkan dari kotak dialog Workspace Launcher, kemudian klik OK.

Instalasi tool Schema Workbench

Schema Workbench merupakan aplikasi untuk membuat file skema mondrian dalam format XML yang digunakan untuk memetakan cube, dimension, dan measure dengan relational database.

# mv psw-ce.3.1.1.1.12687.tar.gz  /opt/pentaho
  • Ekstrak file instalasi tersebut dengan perintah:
#tar xzvf psw-ce.3.1.1.1.12687.tar.gz
  • Menjalankan Schema Workbench dengan perintah:
# cd /opt/pentaho/ schema-workbench
# sh workbench.sh

Instalasi JDK di Ubuntu

Langkah instalasi JDK di ubuntu

1. Download JDK di alamat http://java.sun.com/javase/downloads/index.jsp, kemudian pilih JDK  yang berekstensi *.bin.

2. Buka terminal ubuntu, kemudian masuk sebagai root

# sudo su

3. Masuk ke direktori tempat file JDK yang telah di-download, kemudian ubah permission file installer agar bisa dijalankan

# chmod 755 jdk-6u17-linux-i586.bin

4. Jalankan file installer java hingga nanti akan terbentuk folder dengan nama jdk1.6.0_17

# ./jdk-6u17-linux-i586.bin

5. Pindahkan folder jdk1.6.0_17  ke dalam /opt

# mv jdk1.6.0_17/ /opt

6. Buat simbolic link

# ln -s jdk1.6.0_17/ /opt/java

7. Kemudian setting path java

# vim /etc/environment

Tambahkan skrip  yang berwarna merah berikut:

PATH="/opt/java/bin:/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin:/usr/games"
JAVA_HOME="/opt/java"

8. Restart komputer

# reboot

9. Untuk mengetes apakah java sudah terinstal dengan baik

# java

# javac

10. Untuk mengecek versi java yang diinstal

# java -version

Keluaran di terminal akan seperti berikut:

java version "1.6.0_17"
Java(TM) SE Runtime Environment (build 1.6.0_17-b04)
Java HotSpot(TM) Client VM (build 14.3-b01, mixed mode, sharing)

Ummm…pindahan…

back to home..

rencana hari ini mw ke Bogor, pindahan..

tapi batal, coz sepupu ga bisa nganterin.

ummm..rencananya c besok.

mudah2n jadi…

ummm…sedih juga ninggalin kosan perwira46 :(

pasti gw bakal merindukan semua…

diare lagi.. :(

Kenapa diare lagi ya??? Ada apa dengan perutqu..

Kemarin malah sempet muntah. Makanan pas siang keluar semua. :(

Apa masuk angin ya??? Bingung!

Ummm…semoga besok sembuh n sehat kembali.

Amiiiiinnnn…

Awalnya janjian di BNI ma 9, ntie,ve, cumil, ida, nisa, n anin. Qta sebenernya janjian jam 6 di BNI, ya biasalah coz nunggu semua pada dtg, ujug-ujug baru berangkat jam 6.45 kira-kira. it’s okey… masih pagilah, ga kesiangan amat.

Tujuan qta semua…ke rumah Karin di daerah Ciapus…n ke curug Nangka..
Enaknya jalan ke sana. Mesti kudu naik angkot 3 kali, tapi seru ko perjalanannya, coz masih pagi, dingiiiinnnnn, hehe…

Akhirnya sampe juga di rumah Karin, sekitar jam 8 qta nyampe.
Enak pisan euy disana, seger bgd udaranya, dingin..n bebas polusi bgt, ga kaya di Jakarta.  Yaiyalah :p.
Nyampe rumah Karin langsung disuguhi makanan kecil gitu ma kakanya, Teh Cika…Lumayan, belum sarapan soalnya, hehe… makasih ya kakanya Karin, Teh Cika.. ^_^

Ngobrol2 bentar di rumah Karin sambil  sarapan, trus qta melanjutkan perjalanan lagi deh ke curug, mumpung masih pagi, hehe..

Yupzzzz..perjalanan ke Curug Nangka..
Dari depan rumah Karin, qta naik angkot dulu. Lumayan deket, cuma bayar 2500 perak. ups..padahal dikasi 2000 perak tu supir juga mw, hwehehe..
Sampe deh qta…belun denk. Kudu jalan dulu dari pas qta turun angkot, mpe gerbang masuk curug Nangka. Bisa dilihat seberapa jauh qta jalan kesana. Ni diye foto2nye :p ..

perjalanan2

perjalanan3

perjalanan5

perjalanan6

perjalanan7

perjalanan8

Banyak anjing juga disana. Ni gw dapet gambar salah satu anjing disana. Aneh..anjingnya malah takut biz difoto, langsung ngacir gitu. Bukannya begaya lagi, hehe.. Oiya, banyak anjing coz ada International Animal Rescue.

perjalanan4

Tiket masuk, ummmmm…lumayan murahlah, cuma goceng. Biz beli tiket, jalan lagi qta semua. Huf…ternyata perjalanan masih panjang euy. Sedikit menanjak pula. It’s ok, itung2 olahraga pagi.. ^_^

Finally…sampe juga qta di Curug Nangka…brrrrrr…dingin bgt aernya…plus bening lagi…
yweis, maen air deh qta semua, sambil foto2…

perjalanan10

perjalanan12

perjalanan15

Ngeliat saung nganggur, ga ada orang, yweis, qta keluarin semua bekal makanan qta. Liat foto untuk lebih jelasnya, hehe..
Di saung itu ada penjualnya, Cumil dan Anin. Yang lain berperan sebagai pembeli.. Kurang kerjaan yah, hehehehe…

perjalanan16

Seru bgt jalan2 kesana…tapi sayangnya ga bisa nyebur, ga bawa baju ganti.. :(
gapapah…

perjalanan19

perjalanan22

perjalanan 24

perjalanan 26

perjalanan27

Kelar main2 air di curug, back2 rumah Karin lagi..
Nyampe sana, makan, biz itu mancing2 deh…
Seru deh weekend kemarin bareng nak2..
^_^

bloging lagi

hwoah…setelah lama tak disentuh blogquw…hehe..

Malem-malem ngenet…

Gelap-gelapan..

Banyak nyamuk lagi..

ugh…menyebalkan..

Part3-Penutup

  • Kesimpulan

Usability merupakan salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah situs. Sebagian besar proses perkembangan situs menerapkan konsep sistem usability ini. Dengan menerapkan usability yang ideal dalam perancangan sebuah website, maka dapat dipastikan bahwa situs tersebut akan mudah dipelajari cara penggunaanya oleh pengunjung. Selain itu, tingkat kesalahan user dalam mengoperasikan web tersebut pun menjadi minimal, pengguna akan merasa puas dalam menggunakan situs tersebut dan kemungkinan besar mereka akan kembali mengunjungi web tersebut..

PT PLN Persero merupakan perusahaan yang bergerak dalam penyediaan tenaga listrik untuk seluruh wilayah di Indonesia. Adapun Tujuan dari PT PLN persero membuat website ini, yaitu :

• Memperkenalkan PT PLN Persero kepada masyarakat luas melalui media komunikasi internet yang tertuang dalam profil perusahaan yang berisi visi dan misi, sekilas tentang PLN, nilai perusahaan, aktivitas bisnis, dsb.
• Menyediakan berbagai jasa layanan bagi pelanggannya, seperti fasilitas info rekening, sehingga pengguna dapat melihat tagihan listriknya melalui web ini, fasilitas simulasi rekening, simulasi perubahan daya, simulasi pasang baru, dan fasilitas tanya jawab.
• Menyediakan informasi internal perusahaan dan informasi umum untuk masyarakat, seperti tips-tips hemat energi, dsb.

Situs web PT. PLN Persero ini jika dilihat dari kriteria-kriteria situs web yang baik, seperti Usability, Sistem Navigasi (Struktur), Desain Visual (Graphic Design), Konten (Contents), Kompabilitas (Compability), Lamanya Proses (Loading Time), Fungsionalitas (Fungsionality), Aksesbilitas (Accesibility), dan Interaktivitas (Interactivity) belum dapat sepenuhnya memenuhi kriteria-kriteria tersebut, karena masih banyak kekurangan-kekurangan dalam pengembangan situs web ini, diantaranya pada hal logo perusahaan, link, tampilan web, huruf (font), ruang kosong (white space), bahasa, browser, resolusi layar, dan scrolling. Akan tetapi, selain kekurangan-kekurangan di atas, ada nilai tambah yang dapat diambil dari situs ini, yakni situs web ini selalu up-to-date pada konten-kontennya, dan informasi yang ditampilkannya pun sangat berguna serta membantu bagi pengunjungnya.

  • Saran

Pengkajian pada web ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pengembang untuk mengembangkan web PT PLN Persero dengan lebih baik, yakni dengan lebih memperhatikan faktor-faktor usability sehingga dapat memenuhi kriteria-kriteria situs web yang baik. Kekurangan-kekurangan yang ada pada web ini sebaiknya dengan segera diperbaiki sehingga tingkat usability yang ideal dapat terpenuhi dan pengunjung akan merasa puas dan tertarik untuk kembali mengakses web ini.

DAFTAR PUSTAKA

Chak Andrew. 2003. Submit Now : Designing Persuasive Web Sites. New Riders Publishing.
Galitz, Wilbert O. 2007. The Essential Guide to User Interface Design. Indianapolis : Wiley Publishing, Inc.
Johnson, Jeff. 2008. GUI Bloopers 2.0 : Common User Interface Design don’ts and Do. Burlington : Morgan Kaufmann Publishers.
Nielsen J. 2003. Introduction to Usability. http://www.useit.com/alertbox/20030825.html
Nielsen J & Loranger H. 2006. Prioritizing Web Usability. Berkeley : New Riders.
Suyanto, Asep Herman. 2007. Web Design : Theory and Practices. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta.
www.webpagesthatsuck.com

Part2-Pembahasan

  • Poin Poin Pengkajian Web

Dalam menganalisis suatu web, ada beberapa poin yang perlu diamati sehubungan dengan konsep usability, yang merupakan salah satu faktor penting dalam mengembangkan situs web. Di dalam buku Prioritizing Web Usability karangan Jakob Nielsen, ada dua belas poin penting yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah situs web, yaitu :
1. Nothing to Hide
2. The Web User Experience
3. Revisiting Early Web Usability Findings
4. Prioritizing Your Usability Problems
5. Search
6. Navigation and Information Architecture
7. Readability & Legibility
8. Writing for the Web
9. Providing Good Product Information
10. Presenting Page Elements
11. Balancing Technology with People’s Needs
12. Design That Works

Akan tetapi, dalam pengkajian web PLN ini, saya akan mengkaji berdasarkan subpoin yang pada dasarnya merupakan bagian atau penjabaran dari poin-poin di atas. Pengkajian ini hanya saya lakukan pada halaman web yang alamatnya diawali dengan www.pln.co.id.
Berikut adalah poin-poin yang akan saya gunakan dalam mengkaji web PT. PLN Persero, www.pln.co.id :
1. Logo Perusahaan
2. Link
3. Konten
4. Tampilan Web
5. Huruf (font)
6. Ruang Kosong (whitespace)
7. Bahasa
8. Breadcrumb
9. Pencarian
10. Browser
11. Resolusi layar
12. Scrolling
13. Warna

  • Pengkajian Web PT. PLN Persero

1. Logo Perusahaan
Logo perusahaan dalam website-nya merupakan suatu hal yang sangat penting, karena dengan adanya logo, dapat mencerminkan perusahaan tersebut atau dapat menjadi brand perusahaan itu. Sebenarnya, bukan hanya logo saja yang menunjukkan brand suatu perusahaan, akan tetapi ada beberapa hal juga yang dapat menunjukkan brand suatu perusahaan, yaitu slogan, warna website , dan produk/jasa layanannya. Atribut-atribut tersebut memberikan identitas dan kepribadian pada individu, organisasi, ataupun perusahaan.
Logo yang ditampilkan pada web PT PLN Persero ini sudah benar berada pada sebelah kiri atas halaman, dan disertai pula dengan nama perusahaannya, PT PLN (Persero). Letak logo pada kiri atas sudah menjadi aturan umum dalam merdesain suatu web. Akan tetapi, ada beberapa kekurangan yang terjadi dalam hal logo ini, yaitu :
• Adanya ketidakkonsistenan dalam peletakkan posisi logo dalam tiap halaman web. Dapat dilihat pada Gambar 1 yang menunjukkan posisi logo berada pada kiri atas dan Gambar 2 yang menunjukkan posisi logo tidak pada kiri atas, tidak sama dengan posisi pada halaman utama. Ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penempatan logo.
Solusi : Sebaiknya logo tetap konsisten berada pada kiri atas tiap halaman, meskipun beralih ke halaman lain dalam web tersebut.
• Logo dan nama perusahaan jika diklik akan menuju ke halaman utama.
Solusi : Sebaiknya hanya logo saja yang jika diklik menuju ke halaman utama.

Gambar 1 Halaman utama web PT . PLN Persero

Gambar 2 Ketidakkonsistenan dalam penempatan logo

Dapat terlihat dengan jelas bahwa logo pada Gambar 2 tidak pada posisi kiri atas, tetapi malah berada pada posisi tengah atas.

2. Link
Navigasi dapat ditampilkan dalam berbagai media, yaitu teks, image, ataupun animasi. Untuk navigasi teks, biasanyaditandai dengan adanya garis bawah pada teks tersebut, atau warna yang berbeda pada latarnya. Garis bawah pada teks dipergunakan untuk membedakan apakah teks tersebut adalah link atau bukan. Link biasanya digunakan untuk mendapatkan informasi pada halaman lain.
Pada web ini, pada navigasi teksnya sudah ada penanda yang membedakan apakah teks tersebut link atau bukan, yakni ditandai dengan adanya garis bawah pada teksnya dan ada perbedaan warna latar hurufnya. Selain itu, web ini juga dilengkapi dengan adanya feedback untuk memudahkan pengunjung jika ingin kembali pada halaman utama, seperti Beranda (halaman utama). Untuk kembali ke halaman sebelumnya, web ini mengandalkan tombol Back yang ada pada browser.
Ada beberapa kekurangan yang ditemui pada penggunaan link ini, yaitu :
• Hanya beberapa link saja yang ada penanda bahwa link tersebut sudah dikunjungi (berubah warna jika link telah dikunjungi). Rata-rata link yang ada dalam web tidak berubah warna ketika sudah dikunjungi oleh pengunjung. Dapat dilihat pada Gambar 3 menunjukkan bahwa Laporan Tahunan 2004 dan 2005 sudah pernah dikunjungi, dan Gambar 4 yang menunjukkan bahwa link Laporan Tahunan tidak berubah warna, meskipun pengunjung sudah beralih ke menu Statistik.
Solusi : Sebaiknya dibedakan antara link yang pernah digunakan dengan yang belum digunakan pengunjung. Agar pengunjung lebih mudah mengingat link-link mana saja pernah dikunjungi.


Gambar 3 Link yang berubah warna setelah dikunjungi


Gambar 4 Link yang tidak berubah warna, padahal sudah pernah dikunjungi

• Adanya ketidakkonsistenan dalam link yang dituju, padahal link yang diklik merupakan link dengan nama yang sama. Pada submenu Investor Relations (cabang menu Internal) dan pada menu langsung Investor Realtions yang disertai dengan simbol image. Kedua link ini padahal sama, tetapi berbeda hasil tampilannya setelah diklik. Jika submenu Investor Relations ini diklik, ada pilihan menu lagi Investor Relations(Public), yang menuju ke halaman yang bersangkutan dan Investor Relations(Local. ), yang menuju halaman yang bersangkutan, tapi error (error disini dikarenakan halaman ini hanya dapat diakses wilayah lokal).. Sedangkan pada menu langsung Investor Realtions yang disertai dengan simbol image ternyata akan langsung menuju halaman Investor Relations(Local), tidak ada pilihan menu seperti yang ada pada menu Internal, Investor Relations. Dapat dilihat pada Gambar 5 dan Gambar 6.
Solusi : Sebaiknya dengan nama menu yang sama, memiliki pilihan menu yang sama pula (link yang dituju sama), sehingga tidak membuat pengunjung bingung dengan keadaan seperti yang dijelaskan di atas.


Gambar 5 Menu Internal, Inverstor Relations yang memiliki dua (2) pilihan menu.

Gambar 6 Menu Investor Relations yang jika diklik langsung menuju halaman Inverstor Relations (Local).

• Adanya simbol-simbol image yang ambigu. Simbol-simbol ini berkesan sebagai tombol atau link yang dapat diklik dan menuju ke halaman lain, padahal kenyataannya tidak seperti itu, hanya image biasa. Dapat dilihat pada Gambar 6 di atas.
Solusi : Sebaiknya jangan membuat simbol image yang berkesan sebagai tombol, padahal bukan tombol atau link.
• Ditemukan simbol yang aneh berbentuk kotak kecil tepat pada form menu Simulasi Pasang Baru.
Dapat dilihat pada Gambar 7.
Solusi : Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti itu harus dihindari. Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.


Gambar 7 Simbol aneh berbentuk kotak kecil tepat pada form menu Simulasi Pasang Baru.

• Web ini terlalu banyak menggunakan link, sehingga tidak efisien.
Solusi :Sebaiknya jangan terlalu banyak menggunkan link. Sediakan seperlunya saja, sehingga pengunjung bisa mendapatkan informasi dalam web ini dengan cepat dan mudah.

3. Konten
Konten merupakan bagian yang penting dalam sebuah website, tanpa konten yang berguna, maka kurang berartilah suatu website, karena tujuan pengunjung dalam mengunjungi web adalah terletak pada konten tersebut.
Konten-konten yang ada dalam web PT. PLN Persero ini up-to-date dan sangat berguna bagi pengunjung karena di web ini, pengunjung dapat memperoleh informasi segala hal yang berhubungan dengan penyediaan tenaga listrik yang disediakan oleh PT. PLN Persero. Disini pengunjung dapat melakukan simulasi rekening, simulasi perubahan daya, dan simulasi pasang baru, yang kemudian web akan memprosesnya. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat info tagihan listrik melalui Info Rekening. Melalui menu ini, pengunjung dimudahkan dengan hanya memasukkan ID Pelanggan saja, dapat langsung melihat info tagihan bulanannya.
Akan tetapi, dalam web ini ada beberapa kekurangan yang terjadi dalam hal konten, yaitu :
• Tidak update-nya Copyright yang ada pada bagian kanan bawah web. Kesalahan kecil, tetapi dapat mempengaruhi pengunjung, bisa saja pengunjung langsung mengira bahwa informasi yang ada dalam web ini tidak update.
Solusi : Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti harus dihindari. Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
4. Tampilan Web
Layout merupakan proses penataan dan pengaturan teks atau grafik pada halaman web yang meliputi penyusunan, pembagian tempat dalam suatu halaman, pengaturan jarak spasi, pengelompokan teks atau grafik, dan penekanan pada suatu bagian tertentu. Kriteria suatu layout dianggap baik, yaitu It Works (menapai tujuannya), It Organizes (ditata dengan baik) dan It Attracts (menarik bagi pengguna). Layout ini sangat mempengaruhi tampilan web yang akan dilihat oleh pengunjung.
Tampilan dalam web ini secara umum tidak konsisten. Jika masih pada halaman utama,, bagian atas (header), menu-menu utama, menu-menu penunjang, dan footer dapat dikatakan masih konsisten, dan tertata dengan rapi. Akan tetapi, jika sudah membuka menu-menu yang ada dalam web ini, contohnya saja membuka halaman Warta PLN yang pada menu utama Berita, maka akan terlihat halaman yang tidak konsisten, terjadi perubahan letak yang cukup besar, sehingga tertihat tidak tertata dengan rapi. Dapat dilihat pada Gambar 1.
Solusi : Sebaiknya setiap halaman web didesain dengan memperhatikan prinsip-prinsip kekonsistenan pada margin, layout, huruf, warna, dan navigasi. Dalam hal ini, perlu diperhatikan sekali dalam hal layout, seperti yang dijelaskan di atas, sebuah layout harus ditata dengan baik sehingga dihasilkan tampilan yang baik pula dan pengunjung web dapat berpindah dari satu bagian ke
bagian lain dengan mudah dan cepat.

5. Huruf (Font)
Salah satu prinsip kekonsistenan dalam mendesain web adalah kekonsistenan dalam hal huruf (font). Penggunaan huruf yang ideal dalam setiap halaman web, yakni satu hingga tiga jenis huruf, jangan sampai melebihi tiga atau empat jenis huruf. Sedangkan ukuran huruf yang ideal untuk isi halaman web adalah 10-14 point dan judul adalah 14-30 point. Dalam memilih huruf, sesuaikan dengan tema web dan font berbeda hanya digunakan untuk memberi penekanan atau untuk membedakan antarkonten pada web. Perlu diatur juga leading (spasi antara dua baris teks) dan kerning-nya (jarak spasi antarhuruf).
Secara umum, penggunaan huruf dalam web ini konsisten, baik dari segi jenis huruf yang dipakai, pengaturan leading dan kerning-nya, dan ukuran hurufnya. Akan tetapi, tidak sepenuhnya konsisten, ada penggunaan huruf yang tidak konsisten pada web ini, yaitu :
• Penggunaan huruf yang berbeda pada Simulasi Rekening dengan dua simulasi lain yang ada pada menu Simulasi Padahal, dua submenu yang ada pada Simulasi, yakni Simulasi Pasang Baru dan Simulasi Perubahan Daya memiliki bentuk form, jenis dan ukuran huruf yang sama, tetapi tidak pada Simulasi Rekening. Hal ini menunjukkan adanya ketidakkonsistenan dalam penggunaan huruf. Pada menu Simulasi Pasang Baru dan Simulasi Perubahan Daya menunjukkan penggunaan huruf yang konsisten sedangkan pada menu Simulasi Rekening menunjukkan penggunaan huruf yang tidak konsisten, terlihat jelas bahwa ukuran hurufnya tidak sama dengan menu Simulasi yang lain.
Solusi : Sebaiknya, penggunaan huruf pada tiap halaman web harus konsisten. Apalagi pada kasus ini, dimana ada menu yang sama (sama-sama merupakan bagian dari menu Simulasi), tetapi penggunaan huruf yang dipakai tidak konsisten.

6
. Ruang Kosong (Whitespace)
Ruang kosong atau whitespacebiasan disebut dengan ruang negatif karena menggambarkan suatu runag terbuka di antara elemen-elemen desain. Runag kosong memisahkan atau menyatukan elemen-elemen layout, menegaskan sebuah elemen, atau sebagai tempat istirahat bagi mata. Ruanag kososng sangat besar pengaruhnya dalam sebuah layout. Ruang kososng ibarat ruang yang disediakan untuk bernafas atau beristirahat. Ruang kosong juga membantu mengarahkan mata pembaca dari satu titik ke titik lain sehingga semua isi situs web dapat dinikmati dan dibaca dengan lebih nyaman.
Permasalahan penggunaan ruang kosong dalam web ini, yakni :
• Ruang kosong yang terdapat dalam web ini terlalu banyak, contohnya dapat dilihat pada Warta PLN yang ada dalam menu Berita. Ketika menu Berita diklik, ada beberapa pilihan menu yang ditampilkan, salah satunya adalah Warta PLN. Jika menu ini diklik, halaman yang akan ditampilkan seperti pada Gambar 10 di atas. Isi dari menu Warta PLN ditampilkan dalam bentuk vertikal dan berada pada sebelah kanan halaman web. Sehingga dapat terlihat dengan jelas bahwa ada banyak ruang kosong yang terbentuk dan ini menimbulkan kesan kosong pada halaman tersebut.
Solusi :Sebaiknya, berikan ruang kosong seperlunya saja, yang sekiranya dapat member ruang bagi pengunjung web untuk istirahat atau bernafas sejenak.

7. Bahasa
Bahasa sangat penting dalam sebuah web. Dalam web, bahasa digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pengguna, mencerminkan profesionalitas dan bagus atau tidaknya sebuah perusahaan. Oleh karena itu, tata bahasa sebaiknya menjadi perhatian yang tidak kalah penting selain rancangan tampilannya..
Pada web PT PLN Persero ini, ditemukan beberapa kesalahan dalam penggunaan bahasa, yaitu :
• Pada menu utama Info Korporate, terdapat ejaan yang salah, yakni terletak padaKorporate. Ini merupakan masalah yang kecil, tetapi dapat mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
Solusi : Sebaiknya dalam perancangan web, kesalahan kecil seperti ini harus dihindari. Memang kesalahan ini merupakan kesalahan yang kecil, tapi cukup mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini. Oleh karena itu, perlu ketelitian dalam merancang suatu situs web. Korporate disini ada baiknya jika diganti dengan Perusahaan. Korporate disini tidak jelas bahasanya, bahasa Inggris bukan, Indonesia pun juga bukan.
• Pada drop-down list bahasa, pengunjung dapat memilih pilihan bahasa yang diinginkan jika mengunjungi web ini. Ada dua (2) pilihan bahasa, yakni English (United States) dan Bahasa Indonesia (Indonesia). Pada pilihan bahasa Inggris, jika pengunjung memilih ini, seharusnya semua teks yang berbahasa Indonesia akan langsung berubah menjadi bahasa Inggris. Akan tetapi, pada kenyataannya web ini tidak begitu, jadi masih ada menu yang berbahasa Indonesia, meskipun sudah dipilih English (United States). Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan dalam bahasa pada web PT PLN Persero ini. Dapat dilihat pada menu Profil Perusahaan. Ketika dipilih English, menu ini tetap dengan bahasa Indonesia.
Solusi : Sebaiknya, jika suatu situs web memutuskan untuk ada pilihan bahasa dalam webnya, maka perlu diperhatikan pada teks-teks yang ada pada halaman web ini. Jika pengunjung memilih English, maka semua teks yang ada dalam web akan berubah menjadi bahasa Inggris.

8. Breadcrumb
Breadcrumb digunakan untuk menginformasikan kepada pengunjung mengenai posisi mereka saat ini. Selain itu, pengunjung juga dapat menelusuri path yang telah dilaluinya sampai berada di posisi saat ini sehingga pengguna dengan mudah dapat kembali ke halaman sebelumnya. Pada web ini tidak terdapat breadcrumb.
Solusi : Sebaiknya bila perlu, buatkan breadcrumb pada web ini. sehingga mempermudah pengunjung dalam menjelajah situs dengan cepat dan agar mereka tahu lokasi dan kedalaman kunjungan mereka di dalam situs web.

9. Pencarian
Pencarian merupakan salah satu fitur yang harus ada pada sebuah website. Fitur Pencarian akan memudahkan pengunjung dalam menemukan informasi tertentu yang ada di web dengan mudah dan cepat. Pengunjung hanya memasukkan beberapa kata sebagai kata kunci dan sistem web akan menampilkan halaman hasil yang sesuai dengan kata kunci. Penggunaan fitur ini tentu lebih menghemat waktu pengunjung daripada harus browsing ke semua halaman web untuk mendapatkan informasi tertentu.
Pada fitur Pencarian di web ini, tulisan Search seperti tulisan biasa saja yang tidak dapat diklik. Akan tetapi, ternyata tulisan Search tersebut merupakan tulisan yang dapat diklik setelah pengunjung memasukkan kata kunci yang ingin dicari.
Solusi : Sebaiknya, supaya tidak terjadi keambiguan apakah teks tersebut dapat diklik atau bukan, maka perlu ditambahkan tombol Search pada fungsi Pencarian tersebut, yaitu diletakkan pada sebelah kanan dari searchbox. Dengan adanya tombol Search ini, dapat memudahkan pengunjung dalam menggunkan fitur Pencarian ini.

10. Browser
Situs web harus kompatibel dengan berbagai perangkat tampilannya (browser). Salah satu cara dalam meningkatkan kompatibilitas suatu situs web adalah dengan mengetesnya pada berbagai browser lain.

Web ini dapat dibuka pada browser Interner Eksplorer dan Mozilla Firefox. Akan tetapi, ada perbedaan yang mencolok ketika situs dibuka pada kedua browser tersebut. Seperti yang terlihat pada Gambar 5 dan Gambar 8.


Gambar 8 Tampilan pada Internet Eksplorer

Perbedaan yakni terletak pada tampilan menu utama ketika diklik di halaman utama. Gambar 5 menunjukkan tampilan pada Mozilla Firefox. Pada browser ini, situs web tidak dapat dibuka dengan baik, jika mengklik menu utama, dimana menu utama tersebut memiliki sub-submenu, hasilnya tidak akan bagus, karena sub-submenu tersebut akan terbuka di belakang tampilan flash yang ada halaman utama. Hasilnya, kita tidak dapat melihat ini sub-submenu yang ada pada menu tersebut. Dapat dilihat dengan jelas pada Gambar 5, dimana gambar ini menunjukkan menu Internal yang diklik, kemudian ada beberapa sub-submenu yang ditampilkan, tetapi tidak kelihatan, yang kelihatan hanya submenu Investor Relations (Public dan Local). Ini cukup mengganggu pengunjung ketika mereka mengunjungi web ini. Hal ini dapat mempengaruhi penilaian pengunjung terhadap web ini.
Gambar 8 menunjukkan tampilan pada Internet Eksplorer. Terlihat dengan jelas bahwa menu utama yang ditampilkan tidak ada masalah seperti pada tampilan ketika dibuka pada Mozilla Firefox. Menu utama dan sub-submenu dapat terlihat dengan jelas, tidak berada di belakang tampilan flash, sehingga tidak mengganggu pengunjung ketika mereka mengunjungi web ini. Ternyata, di halaman lain pada web ini, yakni pada halaman Info Rekening, di bagian Copyright-nya ada keterangan yang tertulis Best view with Internet Eksplorer, seperti terlihat pada Gambar 9. Seharusnya pengembang tidak mengspesifikan tampilan yang baik pada browser teretntu, karena ini hanya akan mempersulit pengunjung saja.
Solusi : Sebaiknya, pengembang tidak menspesifikan tampilan yang baik pada browser tertentu saja, tetapi harus kompatibel pada berbagai perangkat tampilan (browser). Pengembang situs perlu mempertimbangkan bila browser yang dipakai pengunjung web bisa browser yang berbeda, versi yang berbeda atau dengan setting yang berbeda pula. Oleh karena itu, kompatibilats pada berbagai browser perlu diperhatikan oleh pengembang web.

Gambar 9 Tulisan Best view with Internet Eksplorer

11. Resolusi Layar
Resolusi layar merupakan hal yang sangat penting dalam tampilan suatu web pada saat pengunjung mengaksesnya. Pengembang web harus memperhatikan ini, apalagi mengenai lebar (width) halaman web. Jika lebar dari halaman web melebihi resolusi komputer pengguna, maka ketika pengunjung mengakses halaman web, pengunjung harus melakukan scrolling ke samping untuk melihat seluruh konten. Hal ini tentu saja dapat mempersulit pengunjung web dalam mendapatkan informasi yang ada pada web tersebut. Ada dua cara dalam menghadapi permasalahan resolusi layar tersebut. Pertama yakni dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu, sehingga tidak perlu ada scroll ke samping. Kekurangannya, dengan lebar halaman yang hanya 800 piksel tidak banyak informasi yang dapat disampaikan. Yang kedua yakni dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Lebar halaman web didefinisikan dengan menggunakan ukuran persentase. Misalnya, jika lebar halaman didefenisikan 80% maka ketika dibuka pada komputer dengan resolusi berapapun, maka lebar halamannya akan memenuhi 80% dari lebar layar. Cara ini merupakan cara yang lebih baik daripada cara yang pertama karena tidak bergantung kepada resolusi komputer pengguna. Penyampaian informasi pada halaman web juga menjadi lebih efektif karena jika resolusi komputer pengguna tinggi, maka informasi yang akan ditampilkan juga lebih banyak. Jika komputer pengguna memiliki resolusi rendah, maka informasi pada halaman web tetap tersaji dengan baik karena tidak ada scrolling ke samping.
Web ini mengalami masalah dalam hal penyajian tiap halaman web, karena ada beberapa halaman yang penyajiannya memerlukan scroll ke samping. Situs ini sepertinya hanya menggunakan pengaturan resolusi yang manual, yakin dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel atau lebih kecil dari itu.
Solusi : Sebaiknya pengembang web ini menggunakan cara yang terakhir dalam pengaturan resolusi layarnya, yakni dengan menggunakan ukuran dinamis (lebar halaman web didefinisikan dengan menggunakan persentase), sehingga halaman web ini dapat menyesuaikan dengan resolusi komputer.

12. Scrolling
Seperti yang telah dibahas sebelumnya mengenai resolusi layar, dijelaskan bahwa resolusi layar situs web mempengaruhi adanya scrolling pada halaman web. Yang perlu dihindari dalam perancangan web adalah adanya scrolling ke samping pada halaman web, karena scrolling ke samping ini akan mempersulit pengunjung dalam mendapatkan informasi. Biasanya pengunjung web akan merasa malas jika harus ada scrolling ke samping.
Adapun permasalahan scrolling yang ditemui pada web ini, yaitu :
• Dalam web ini ditemui adanya scrolling ke samping. Tidak hanya satu halaman saja yang ada scrolling ke sampingnya, akan tetapi ada beberapa halaman yang mengharuskan pengunjung web melakukan scrolling untuk mendapatkan informasi. Ini sungguh mempersulit pengunjung web. Scrolling ke samping pada web ini dapat dilihat pada Gambar 10.
Solusi : Sebaiknya, pengembang melakukan pengaturan resolusi layar dengan hati-hati sehingga tidak terjadi hal seperti ini. Pengembang dapat melakukan pengaturan resolusi layar dengan menggunakan ukuran dinamis (ukuran persentase).

Gambar 10 Scrolling ke samping

13. Warna
Warna termasuk unsure yang penting dalam mendesain suatu situs web. Warna dapat menimbulkan kesan pertama kepada pengunjung ketika menjelajah sebuah situs web, karena warna adalah hal yang pertama dilihat terutama background. Pilihan warna harus sesuai dengan brand perusahaan atau organisasi atau individu pemiliknya. Misalnya, untuk situs komunitas, sebaiknya menggunkan warna-warna hangat yang dapat membuat suasana lebih santai. Untuk situs informasi, dimana konten lebih dominan , sebaiknya menggunakan warna yang simple dan tidak mencolok.
Kombinasi warna yang digunakan dalam web PT. PLN Persero ini konsisten dan serasi. Tidak ada warna yang mencolok, sesuai dengan pengunjung yang akan mengakses web ini, yaitu orang dewasa. Dapat dilihat pada gambar-gambar halaman di atas.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.